Pukul 07.15
Saat itu, saya tiba di gym. Seperti biasa, apabila pagi hari, selalu dipenuhi oleh ibu-ibu. Walaupun bisa juga dijumpai beberapa lelaki yang giat cari keringat di gym dua lantai itu. Umumnya, wanita-wanita menyukai aktivitas olahraganya di lantai dua. Mungkin karena alat-alatnya tidak terlalu ‘menyeramkan’ bagi mereka. Dibanding lantai satu yang isinya penuh dengan dumble dan barbel puluhan kilo.
Ada cerita dari gym yang diinstrukturi oleh pria 30an tahun yang bernama Anton ini. Seperti apa?
Gym di pagi hari, selalu ada dua ibu rumah tangga sohiban. Saking sohiban, mereka memiliki motor Vario dengan warna yang sama, merah. Mereka paling giat, sampe setiap alat disana, selalu ada bekas keringat mereka yang belepotan. Ugh! Bayangkan, mereka mulai ngegym dari buka, pukul 06.30 WIB hingga kisaran pukul sembilan lewat. Pernah, ada yang berpapasan dengan mereka, langsung ke toilet, muntah-muntah. Mungkin karena aroma keringat kolektifnya.
Ada lagi, wanita yang paling rajin sit up. Padahal badannya dah cukup ramping. Jangan diadu dengan ukuran perut saya, karena ukuran perut saya tiga kali lipat ukuran dia. Parasnya cantik, dengan rambut seleher dan kuning langsat. Wanita ini jarang ngomong. Mungkin dia terobsesi iklan Classmild, Talk Less Do More. Namun sekali ngomong, tingkat suaranya delapan oktaf. Nyaring sekaligus sumbang, mirip suaranya Mpo Nori.
Pukul 07.35 WIB
Jam segini, biasanya dia datang. Wanita yang usianya mendekati 40 taon dengan tinggi sekitar 160 cm. Mmm, dia paling update dengan kostum fitness. Tentunya kostum yang super ketaaat! Bayangkan deh, gimana lekukan tubuhnya. Lucunya, wanita ini jarang melakukan aktivitas fitness. Paling betah, bermain satu jenis alat, cuma dua menit! Selebihnya bolak-balik sambil basuh keringat yang gak ada, dengan handuk Hello Kittynya. Belom lagi, kegiatan aktifnya ngulik-ngulik hape. Padahal cuma baca sms-sms lama. Wanita berkulit sawo matang mendekati item ini, paling giat olahraga yang ada gerakan nunduknya. Seperti sit up. Karena saat itu, dia seperti ingin menunjukkan gerakan dadanya, yang seperti gumpalan jelly apabila di goyang. Bleweeweer. Setiap kali dia melakukan itu, buah dadanya seakan gak betah didalam kostumnya.
Dia gemar tersenyum, senyumnya mirip sekali senyum jail Tukul. Dengan gigi yang dominan dan bibir yang tebaaal. Oh, Tuhan..dia merasa sensual.
Di tengah-tengah itu, ada wanita berkerudung dengan paras Arab. Pakaiannya sopan. Tidak ada lekuk tubuh yang terlihat. Atas bawah, tertutup dengan pakaian yang serba longgar. Bicarapun seperlunya. Sesekali mendapati dia sedang mempermainkan ruas jari-jarinya. Mungkin sedang dzikir, mengucap Astaghfirullah untuk wanita dada jelly sensual itu. “Semoga ini bukan tanda akhir zaman.” Mungkin itu tebakan saya, dalam hatinya.
Pukul 07.45 WIB.
Ada lelaki dengan tinggi sekitar 175 cm. Badannya tegap. Perutnya sixpack. Lengannya kekar dan kering. Senyumnya dibuat untuk para gadis cakep. Kenapa? Karena setiap kali gym itu di kunjungi wanita cantik, dia selalu ada. Terutama hari libur. Padahal saat itu, dia gak sedang ngegym. Tiba-tiba saja datang seperti Spiderman yang siap menolong. Walaupun saat itu, dia masih pake baju batik kondangan. Dia selalu basa-basi dengan wanita. Entah itu membicarakan diet makan sampe gosip selebritis. Bahkan, dia juga tau kalo Saepul Jamil suka cemburu ama Dewi Persik, mantan istrinya. Anton instruktur, menyebut lelaki itu, Jablay. Mungkin karena JArang diBeLAY kuku harimau.
Kemudian, ada lelaki bertubuh besar. Lengannya besar. Dadanya besar. Saya yakin beberapa wanita akan tersaingi dengan dadanya. Walau tubuhnya besar tapi kakinya kecil, gak sebanding dengan olah tubuh atasnya. Untungnya, kaki-kakinya cukup kuat menopang tubuhnya. Suka pake kaca mata item. Lelaki ini, gemar sekali berdendang keras-keras, mengikuti lagu-lagu yang diputer di gym. Mulai dari Soneta Grup sampe Kangen Band. Oh ya, lagu-lagu boyband juga hapal banget, tuh. Eulueh.
Pukul 08.00
Ada film lawas, judulnya Bloodsport, yang dilakoni oleh Jean Van Damme. Di film itu, ada karakter bernama Chong Lie, yang mengancam Van Damme dengan kata-kata, “You are next!” nya itu. Nah, di gym ada lelaki yang persis Chong Lie. Tapi jangan bayangkan Chong Lie dengan perut rata, karena perutnya one pax, alias ndut. Kayanya, lelaki ini sangat efiesien. Terlihat dari caranya ngegym yang hemat waktu. Datang langsung naek sepeda statis, setelah lima belas menit, pulang.
Lalu, ada lelaki sekitar 37an taon. Dia pilot. Pernah, dia langsung angkat dumbel, padahal masih pake seragam pilot lengkap dengan dasinya dan kaca mata raybannya, seakan dumbel adalah kemudi pesawatnya. Lelaki flamboyan itu selalu sms dan teleponan dengan ketawa-ketiwi. Jadinya lebih banyak maen hapenya dari pada maen alat fitnessnya. Dibanding lelaki laen yang ngegym, pakaiannya paling lengkap. Pake ikat kepala, lalu gelang karet seperti petenis Rafael Nadal. Gak ketinggalan pelindung siku plus sarung tangan Valentino Rossi, supaya gak kapalan. Celana Reebok, dan warnanya selalu hitam. Jangan-jangan cuma itu aja yang dia punya. Kaos kaki putih yang semerk dengan sepatunya, Nike. Trendy abis dah. Kalo anaknya dibawa, dia selalu nyuruh anaknya tinggal di mobil. Mungkin untuk memikat wanita berdada jelly itu.
Pukul 08.15
Waktunya saya sign out dari gym, cabut ke kantor sambil ketawa-ketiwi…
Tidak ada komentar:
Posting Komentar